PARTISIPASI PPPBMI DALAM KEGIATAN
KONSOLIDASI NASIONAL TAHUN 2026
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH
Perkumpulan Profesi Pendidik Bahasa Mandarin Indonesia (PPPBMI) sebagai organisasi guru yang bergerak di bidang pendidikan pada tanggal 9-11 Febuari 2026 ikut hadir dan berpartisipasi dalam kegiatan Konsolidasi Nasional Tahun 2026 yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Ayu Fitria selaku Sekretaris mewakili PPPBMI hadir dalam barisan 78 organisasi pendidik lainnya seperti PGRI, IGI, Tamansiswa, Pergunu, BMPS, AKSI, FGTIKNAS, IGVI, MPK, MNPK, AGBJI, dan lain-lain. 78 organisasi pendidik tersebut merupakan organisasi yang berbasis satuan pendidikan, mata pelajaran, profesi guru, kepala sekolah, pengawas dan tenaga pendidikan. Di samping itu, hadir pula para undangan dari berbagai ruang lingkup pendidikan seperti perwakilan pusat dan UPT Kemendikdasmen, perwakilan Dinas Pendidikan Provinsi, Kota serta Kabupaten dan perwakilan lainnya.
Konsolidasi Nasional (Konsolnas) Tahun 2026 ini bertemakan “Menguatkan Partisipasi Semesta Wujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”. Sebagaimana tema tersebut diharapkan konsolidasi ini dapat menjadi landasan penting dalam memperkuat komitmen bersama menuju pembangunan pendidikan yang lebih terintegrasi, partisipatif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas layanan pendidikan untuk seluruh anak bangsa. Forum konsolidasi ini juga bukan sekadar agenda tahunan, melainkan ruang evaluasi dan perumusan langkah konkret untuk memperbaiki tata kelola dan mutu pendidikan. Menteri Abdul Mu’ti menegaskan bahwa apa yang sudah di capai di tahun 2025 dan memberikan hasil serta dampak positif di masyarakat akan terus ditingkatkan. Oleh karena itu, harapan untuk pencapaian pendidikan yang lebih baik di tahun 2026 dan bersinergi dengan pihak-pihak terkait menjadi prioritas utama.
Dalam forum konsolidasi ini, PPPBMI yang bernaung dibawah Direktorat Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan dan Pendidikan Guru (Ditjen GTKPG) bergabung dalam Komisi 7 membahas tentang Pemetaan Guru, Kesejahteraan dan Perlindungan Guru, serta Penataan Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah dan Tenaga Kependidikan. Komisi 7 ini tidak hanya terdiri dari perwakilan organisasi pendidikan tetapi juga terdiri dari perwakilan Dinas Pendidkan Provinsi, Kota dan Kabupaten. Hasil yang diharapkan dari diskusi bersama dalam komisi ini adalah agar segala permasalahan dan rekomendasi solusi dapat dilihat dari sudut pandang para pelaksana pendidkan di lapangan sampai pada satuan pendidikan terkecil. Dengan demikian pemerintah dapat memperoleh rekomendasi sesuai dengan fakta yang ada di lapangan secara langsung.
Dalam diskusi, anggota Komisi 7 dibagi menjadi 3 kelompok. PPPBMI yang diwakili oleh Ayu Fitria secara khusus masuk ke dalam kelompok 1 dan mengambil peran sebagai Sekretaris Komisi 7 Kelompok 1. Adapun pembahasan khusus dari Kelompok 1 yakni tentang pemetaan guru seperti strategi pemenuhan kebutuhan guru dan tenaga kependidikan, pemanfaatan ruang talenta untuk pemenuhan kebutuhan guru, termasuk distribusi dan redistribusi, serta redistribusi guru Aparatur Sipil Negara ke satuan pendidikan swasta.